| |
 |
Pendekatan Dasar
1. Mengutamakan kepedulian pada kelompok-kelompok masyarakat
tertindas/terpinggirkan agar mereka kembali memiliki kecukupan ruang, sumber daya, dan kekuatan ekonomi, sosial, politik dan budaya.
2. Menyalurkan dana hibah kecil bersifat fleksibel, cepat dan tepat. melalui trust building.
3. Mengembangkan Jaringan
4. Mendasarkan perspektif lingkup kegiatan pada Kode Etik YSIK, Visi dan 5 (lima) Nilai Dasar (Independensi, Hak Asasi Manusia, Keadilan Sosial dan Jender, Demokrasi, dan Kelestarian Lingkungan)
Kode Etik bagi pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan YSIK.
1. Bertanggunggugat kepada publik;
2. Menjaga kemajemukan baik dari sisi gender, agama, kepercayaan, ras, suku dan etnis di segala level organisasi.
3. Profesionalitas;
4. Transparan, menjalankan tata kepengurusan yang baik dan bersih.
5. YSIK bukan organisasi pelaksana (implementor);
6. YSIK tidak menerima dana dari organisasi yang melakukan pelanggaran HAM, demokrasi, perusakan lingkungan, diskriminasi gender, ras, agama, dan suku;
7. YSIK tidak mengelola dana pinjaman;
8. YSIK tidak menerima dan atau memberikan dana kepada partai politik;
9. YSIK tidak menerima dana hasil praktek-praktek pencucian uang;
10. Dewan pembina, dewan pengurus, pengawas dan badan pelaksana YSIK tidak menjadi pengurus atau fungsionaris partai politik.
|
KATEGORI PROGRAM
1.Bantuan Penguatan Kapasitas:
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ORNOP dalam mengatur diri mereka agar kelak bisa mandiri, memiliki akses dan kontrol untuk organisasinya. Sasaran program ini adalah semua organisasi masyarakat sipil yang bergerak di bidang SiPol dan EkoSoB. Dengan dukungan dana YSIK, juga diharapkan mampu mendorong perubahan bagi masyarakat di sekitarnya.
2.Advokasi HAM
Sejak awal YSIK sangat peduli pada permasalahanan HAM di Indonesia yang dewasa ini telah menjadi isu publik dan menarik perhatian berbagai kalangan, nasional maupun internasional. YSIK memandang perlunya dukungan bagi ornop dan aktivis individu yang memberikan advokasi HAM. YSIK juga mendorong ornop dan para aktivis untuk membentuk aliansi-aliansi baru dalam mengampanyekan HAM. Tujuannya agar Ornop dan aktivis mampu membuat jaringan dan kerja sama yang sinergi.
3.Dukungan Inisiatif baru
YSIK memberikan dukungan yang lebih besar bagi lembaga-lembaga atau individu yang mempunyai inisiatif strategis dan pemberdayaan masyarakat terpinggirkan untuk memperoleh akses dan kontrol terhadap sumber-sumber yang ada (politik, ekonomi dan sosial budaya). YSIK juga mendukung lembaga dan individu yang membuat prakarsa-prakarsa baru yang berhubungan dengan HAM, misalnya penelitian dan penulisan buku tentang korban kekerasan negara dan lainnya. Dukungan semacam ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi organisasi atau individu untuk berinisiatif mengurangi pelanggaran HAM, kekerasan, dan pengarusutamaan gender.
4.Dukungan untuk Kemanusiaan
Program kemanusiaan yang didukung YSIK memiliki cakupan yang cukup luas. Selain kelembagaan, YSIK juga memberikan dukungan bagi perorangan yang memiliki kaitan erat dengan perjuangan penegakan HAM.
|
|
 |